Make a blog

beritabaruaja

1 year ago

Hotel Bogor

Ade Irma Suryani Nasution lahir 19 Februari 1960 , ia adalah putri bungsu Jenderal Besar Abdul Harris Nasution. Ade masih tertidur tenang saat kedua orangtuanya panik saat menghadapi sekelompok pasukan bersenjata pada peristiwa Gerakan 30 Spetember. Ia sempat terbangun dari tidur lelapnya dan ketakutan karena mendengar suara gaduh.

Berondongan peluru ditembakan oleh sepasukan tentara di depan kamar tidur AH. Nasution. Empat diantaranya mengenai Ade yang saat itu digendong oleh Mardiah, adik Pak Nas. Mardiah pun menyerahkan Ade kepada istri Pak Nas, Yohana. Ibunya sudah menggendong Ade yang berlumuran darah sambil menatap suaminya yang tengah melewati tembok ke Kedutaan Iran waktu itu.

“Pak, Ade kena,” ucap Yohana memberitahukan bahwa anaknya terkena tembakan. “Papaaa… Ade salah apa? Kenapa Ade ditembak?” kata Ade.

Kalimat tersebut diucapkan Ade ketika dia dalam gendongan ibunya saat tertembak. Saat itu Pak Nas menoleh ke arah anaknya yang sudah lemah, bathinnya bergejolak melihat anak bungsunya yang berlumuran darah. Dia ingin turun dan menghadapi pasukan itu, namun istrinya tetap mencegah dan memintanya menyelamatkan diri.

“Jangan hiraukan kami, Pak. Selamatkan dirimu, kamulah yang diincar oleh mereka. Saya bersama Ade, selamatkan dirimu, Pak,” kata Yohana.

“Ade, masih hidup?” tanya Yohana yang menggendong Ade dalam pelukannya. “Hidup, Mama..” jawabnya. “Ade hidup terus?” sekali lagi Yohana bertanya. “Hidup terus, Mama,” kata Ade. “

“Ade masih kuat?” Yohana khawatir pada putrinya yang sudah mulai melemahkan pelukan ke lehernya itu. “Masih, Ma..” jawab Ade sekali lagi.

Kondisi Ade saat itu sangat lemah, namun masih sadar saat dibawa ke rumah sakit Gatot Subroto. Setibanya di rumah sakit, Ade masih sadar dan mendapat pertolongan dengan cepat. Dokter menyarankan Ade harus dioperasi secepatnya.

“Kenapa Ayah ditembak, Mama?” mendengar pertanyaan itu Yohana heran, dalam keadaan yang payah Ade masih mengingat pemberondongan tembakan yang ditujukan pada Ayahnya. “Ade sakit?” tanya Yohana mengalihkan pertanyaan, karena putrinya masih sadar meski telah kehilangan banyak darah. “Sakit, Mama. Sakit perut!” kata Ade.

Kata-kata itu tertoreh di sebelah kiri sebuah foto Ade Irma dengan tulisan yang ditulis oleh Ibunya di museum saat ini. Di sana tertera kata-kata yang diucapkan Ade sebelum akhirnya dia meninggal.

“Ade sayang Mama, Ade sayang Papa. Tapi kenapa Ade ditembak? Salah Ade Apa, Ma?”

Pada 6 Oktober 1965 pukul 02.00 Ade Irma Suryani meninggal dunia, ia terbunuh dalam peristiwa Gerakan 30 September yang berusaha untuk menculik Jenderal Besar Dr. Abdul Harris Nasution. Ade yang berumur 5 tahun tertembak ketika berusaha menjadi tameng ayahandanya. Ade Irma dimakamkan keesokan harinya pada 7 Oktober 1965.

Di Kota Bogor, Namanya diabadikan menjadi nama sebuah taman kota. Ade Irma Suryani Nasution disebut juga Pahlawan yang wafat pada usia muda.


berita bogor, kuliner bogor, hotel bogor